Jumat, 18 Maret 2011

Kemiskinan dan kesenjangan pendapat



BAB I
Pendahuluan
Kemiskinan adalah suatu fenomena atau proses multidimensi,yang artinya kemiskinan disebabkan oleh banyak faktor.Ketimpangana yang besar dalam distribussi pendapatan dan tingkatt kemiskinan merupakan dua masalah besar dibanyak NSB,tidak terkecuali Indonesia.Dikatakan besar karena jika kedua masalah ini berlarut-larut atau dibiarkan semangkin parah,pada akhirnya akan menimbulkan konskuensi politik dan sosial yang sangat serius.Suatu pemerintahan bisa jatuh karena amukan rakyat miskkin yang sudah tidak tahan lagi menghadapi kemiskinannya.berikut kita bahas lebih lanjut mengenai kemiskinan dan kesenjangan pendapatan.

BAB II
Pembahasan
Di Indonesia,pada awal  pemerintahan orde baru para pembuat kebijaksanaan dan perencanaan pembangunan ekonomi di jakarta masih sangat percaya bahwa proses pembangunan ekonomi yang pada awalnnya terpusatkan hanya di jawa,khususnya jakarta dan sekitarnya,dan hanya disektor-sektor tertentu saja,pada akhirnya akan menghasilkan apa yangg dimaksud dengan trickle down effects.
Namun,sejarah menunjukan bahwa setelah 40 tahun sejak pelita I tahun 1969,ternyata efek menetes tersebut kecil atau proses mengalir kebawahnya sangat lambat.akibat dari strategi tersebut dapat dilihat pada dekade 1980-an hingga krisis ekonomi terjadi pada tahun 1997,Indonesia memang menikmati lajupertumbuhan ekonomi rata-rata per tahun yang tinggi,tetapi tingkat kesenjangan dalam pembagian Pendapatan Nasional juga semangkin besar dan jumlah orang miskin tetap banyak,bahkan meningkat tajam sejak krisis ekonomi.
Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi Dan Distribusi Pendapatan
Data dekade 1970-an dan 1980-an mengenai pertumbuhan ekonomi dan distribusi pendapatan di banyak NSB,terutama negara-negara yang proses pembangunan ekonominya sangat pesat dengan laju petumbuhan ekon0mi yang tinggi, seperti Indonesia,menunjukkan seakan-akan ada suatu korelasi positif antara laju pertumbuhan ekonomi dengan tingkat kesenjangan dalam distribusi pendapatan semangkin tinggi pertumbuhan PDB atau semangkin besar pendapatan per kapita semangkin besar perbedaan antara kaum miskin dan kaum kaya.
Literatur mengenai evolusi atau perubahaan kesenjangan pendapatan pada awalnya didominasi ileh apa yang disebut hipotesis Kuznets.Dengan memakai data lintas negara dan data deret waktu dari sejumlah survei/observasi di setiap negara,Simon Kuznets menemukan adanya suatu relasi antara kesenjangan pendapat dan tingkat pendapatan perkapita yang terbentuk U terbalik.Hasil ini diinterpretasikan sebagai evolusi dari distribusi pendapatan dalam proses transisi dari suatu ekonomi perdesaan ke suatu ekonomi perkotaan atau dari ekonomi pertania (tradisional) ke ekonomi industri-industri (modern).
Dalam perkataan lain,apabila kurva Kuznets tersebutdiuji dengan pendekatan deret waktu,kemungkinan besar (tidak selalu) hasilnya akan berbeda dengan hasil dari studi-studi di atas.ada beberapa studiyang melihat seberapa besar efek-efek tingkat negara tersebut terhaap perubahan distribusi pendapat.hasil dari studi-studi tersebut tidak menunjukan adanya suatu relasi antara tingkat pendapatan dan keenjangan dalam bentuk U trbalik.

Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi Dan Kemiskinan
Dasar teori dari korelasi antara pertumbuhan pendapatan perkapita dan tingkat kemiskinan tidak berbeda dengan kasus pertumbuhan ekonomi dengan ketimpangan dalam distribusi pendapatan,sperti yang telah dibahas diatas. Mengikuti hipotesis Kunznets, pada tahap awal dari proses pembangunan, tingkat kemiskinan cenderung meningkat, pada saat mendekati tahap akhir dari pembangunan jumlah orang miskin berangsur-angsur mengurangan.









Sudah cukup banyak studi empiris dengan pendekatan analisa lintas negara yang menguji relasi antara pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan dan hasilnya menunjukan bahwa memang ada suatu korelasi yang kuat antara kedua variable ekonomi makro tersebut.Dengan kata lain,kemiskinan tidak hanya berkorelasi dengan pertumbuhan output atau agregatatau PDB atau PN,tetapi juga dengan pertumbuhan output di sektor-sektor ekonomi secara individu.hasil-hasil penemuan di ayas bahwa sektor pertanian efektif untuk mengurangi kemiskinan di NSB.
Tabel Kemiskinan dan pertumbuhan Ekonomi                                                                                               menurut wilayah Estimasi Efek-Efek yang tetap

Asia Timur
Amerika latin
Asia Selatan
Afrika S-S
INC
-0,03
0,26*
0,31***
0,17*

(-0,76)
(1,79)
(3,31)
(1,72)
LnY
-1,60**
-1,13**
-0,82**
-0,71**
Adj.R2.
(-9,36)
(-6,11)
(-10,12)
(-4,53)
Observasi
0,84
0,68
0,83
0,93

70
107
67
48

Dapat dilihat bahwa elastisitas pertumbuhan pendapatan dari kemiskinan untuk Asia Timur adalah yang tertinggi, disusul kemudian oleh Amerika Latin ,Asia Selatan dan Afrika Sub-Sahara.Jadi menurut hasil ini, 1% kenaikan PN perkapita akan mengurangi kemiskinan 1,6% di Asia Timur dan 0,71% di Afrika Sub-Sahara.

Beberapa Indikator Kesenjangan Dan Kemiskinan
Ada sejumlah cara untuk mengukur tingkat kesenjangan dalam distribusi pendapat yang dapat dibagi kedalam dua kelompok peendekatan, yakni axiomatic dan stochastic dominance. Yang sering digunakan di dalam literatur adalah dari kelompok pendekatan pertama, denagn tiga alat ukur, yakni the Generalized Entropy (GE).
I adalah jumlah rata-rata defisit pendapatan dari orang miskin sebagai suatu persentase dari garis kemiskinan,dan kofisiensi Gini yang mengukur ketimpangan antara orang miskin.apabila salah satu dari faktor tersebut naik, tingkat kemiskinan bertambah besar (yang diukur dengan S).

Apakah Kesenjangan Dan Kemiskinan Di Indonesia Menurun?
Bedasarkan database Bank Dunia dapat dilihat bahwa berdasarkan SUSENAS 2004 dan garis kemiskinan BPS, Indonesia tidak terlalu buruk dibandingkan banyak negara lain.Namun dengan memakai garis kemiskinan Bank Dunia terutama pengeluaran dibawah 2 dolar AS per hari.diperkirakan swkitar 52,4% dari total populasi adalah miskin.
Data Bank Dunia menunjukan bahwa di negara-negara yang ekonominya tumbuh pesat,sebagian besar dari penurunan kemiskinan secara absolut terjadi di pedesaan/ ini suatu tandabagus melihat kenyataan bahwa di NSB orang miskin lebih banyak terdapat di pedesaan dari pada di perkotaan karena dua penyebab utama yakni, pembangunan ekonomi dan sosial yang tidak merata antara perkotaan dan perdesaan dan penduduk lebih padatt di pedesaan dibandingkan di perkotaan.
Pertanian Sumber Utama Kemiskinan
Masih dominannya sektor pertanian dalam penyerapan tenaga kerja juga masih terlhat jelas pada tingkat nasional.walaupun cenderung turun terus-menerus penurunan daya serap pertanian terhadap pertumbuhan tenaga kerja relatif dibandingkan sektor-sektor lain juga terjadi di banyak negara lainnya,yang merupakan salah satu ciri dari proses transformasi ekonomi yang terjadi seiring dengan proses pembangunan ekonomi jangka panjang.
Semua bukti empiris ini merefleksi satu hal yang jelas, yakni penduduk di sektor pertanian pada umumnya selalu lebih miskin dibandingkan penduduk yang sumber pendapatan utamnya dari sektor-sektor lainnya, terutama industri manufaktur, keuangan, perdagangan walaupun pendapatannya bervariasi menurut subsektor atau kelompok usaha di dalam masing-masing sektor tersebut.
Faktor lain yang berpengaruh membuat kemiskinan yaitu adalah tingkat pendidikan petani yang pada umumnya rendah , kurangnya modal, dan tata niaga yang merugikan petani.
Menurut Subandriyo sistem agrobisnis menempatkan petani terjepit di antar dua kekuatan eksplotasi ekonomi dan rendahnya harga jual yang diterima petani rendah di stu sisi dan disis lain tingginya biaya produksi yang dibayar petani tinggi juga penyebab kemiskinan dipertanian.perbedaan antar pemasukan dan pengeluaran tersebut bisa diukur dengan rasio yang disebut nilai tukar petani (NTP) yaitu nilai tukar suatu barang denagn barang lain,jadi suatu rasio harga dari dua barang yang berbeda.
Kebijakan Anti Kemiskinan
Untuk mengetahui kenapa diperlukan kebijakan anti kemiskinan dan distribusi pendapatan, perlu diketahui terlebih dahulu bagaiman hubungan alamiahh antara pertumbuhan ekonomi, kebijakan, kelembagaan, dan penutunan kemiskinan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencanangkan “tujuan pembangunan Abad Milenium” yang harus dicapai 191 negara.ada 8 target yang harus dicapai adlah sebagai berikut:
1.Meniadakan kemiskinan dan kelaparan ekstrem
2.Mencapai pendidikan dasar secara universal
3.Meningkatkan kesetaraan jender dan memberdayakan wanita
4.Mengurangi tingkat kematian anak
5.Memperbaiki kesehatan ibu
6.Memerangi HIV/AIDS, Malaria, dan penyakit-penyakit lain
7.Menjamin kelestarian lingkungan hidup
8.Mebentuk sebuah kerjasama glbal untuk pembangunan

Kebijakan anti-kemiskinan di Indonesia terefleksi dari besarnya pengeluaran dalam APBN untuk membiayai program-program pemberantasan kemiskinan di tanah air.sebagai suatu ilustrasii empiris,antara tahun 1994/95 hingga 2000.pengeluaran untuk memberantas kemiskinan diberikan dalam dua bentuk.
     i.      Yakni dalam bentuk uang (kas), subsidi beras, pelayanan kesehatan dan gizi, dan pendidikan
   ii.      Penciptaan kesempatan kerja.

Indonesia sebagai negara terbesar dalam jumlah manusia di ASEAN, ternyata pengeluarannya untuk pendidikan dan kesehatan bukan yang terbesar.

BAB III
Kesimpulan
Hasil-hasil dari sejumlah studi diatas mengenai hubunagan antara pertumbuhan ekonomi atau peningkatan output dankemiskinan menghasilkan suatau dasar kerangka pemikiran, yakni efek trickle-down dari pertumbuhan ekonomi dalam bentuk peningkatan kesempatan kerja atau pengurangan pengangguran dan peningkatan upah/pendapatan dari kelompok miskin di ilustrasikan pada kerangka berikut, dengan asumsi bahwa ada mekanisme yang diperlukan untuk memfasilitasi trickle-down dari keuntungan dari pertumbuhan ekonomi kepadakelompok miskin,pertumbuhan ekonomi bisa menjadi suatu alat yang efektif bagi pengurangan kemiskinan.

Daftar Pustaka
Tulus Tambunan,2009 Ghalia

Minggu, 13 Maret 2011

Neraca Pembayaran,Pendapatan Nasional GNP dan GDP


BAB I
Pendahuluan
Tingkat kesejahteraan masyarakat, dilihat dari aspek ekonominya , dapat diukur dengan pendapatan nasional (PN) perkapita. Untuk dapat meningkatkan PN , pertumbuhan ekonomi, diukur dengan pertumbuhan PDB , menjadi salah satu target penting  yang harus dicapai dalam pembangunan ekonomi. Oleh karena itu,tidak heran  jika pada awal pembangunan ekonomi , umumnya di banyak negara perencanaan pembangunan ekonomi lebih berorientasi pada pertumbuhan ,bukan distribusi pendapatan.berikut kita bahas lebih lanjut mengenai Pendapatan nasional,GNP  dan GDP.

BAB II
Pembahasan
Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran, merupakan informasi keadaan keuangan satu negara secara umum. Jika negara tersebut memiliki kondisi yang surplus berati negara tersebut memiliki cadangan devisa yang besar.Cadangan itu digunakan untuk kegiatan transaksi perdagangan luar negri.Cadangan ini untuk membiayai impor barang-barang dari luar negri.Semakin besar cadangan suatu negara berati semakin sehat negara itu, karena mampu membeli barang lebih banyak.
Pendapatan nasional
Ada dua arti Pendapatan nasional(PN),yakni arti sempit dan arti luas.dalam arti sempit,Pendapatan nasional adalah pendapatan nasional.Sedangkan dalam arti luas,PN dapat merujuk ke Produk Domestik bruto (PDB),atau merujuk ke produk nasional bruto (PNB),atau ke produk nasional neto (PNN). Jadi, pendapatan nasional adalah total produksi barang/ jasa yang dihasilkan oleh masyarakat di suatu negara pada satu waktu tertentu.
Sesuai Metode yang setandar,Perhitungan PN diawali dengan perhitungan PDB.Hubungan antara PDB dan PN dapat dijelaskan melalui beberapa persamaan sederhana sebagai berikut.
            PNB = PDB + F
            PNN = PNB – D
            PN = PNN-Ttl
Ket : F = pendapatan neto atas faktor luar negeri
         D = penyusutan
        Ttl = pajak tak langsung neto ( variabel-variabel lainnya telah dijelaskan di dalam teks)
Jika tiga persamaan di atas digabungkan,akan didapat persamaan berikut.
            PDB = PN + D – F    atau   PN=PDB + F – D – Ttl

Gross Domestic Product (GDP)

Gross Domestic Product (GDP) adalah penghitungan yang digunakan oleh suatu negara sebagai ukuran utama bagi aktivitas perekonomian nasionalnya, tetapi pada dasarnya GDP mengukur seluruh volume produksi dari suatu wilayah (negara) secara geografis.

Sedangkan menurut McEachern (2000:146), GDP artinya mengukur nilai pasar dari barang dan jasa akhir yang diproduksi oleh sumber daya yang berada dalam suatu negara selama jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun. GDP juga dapat digunakan untuk mempelajari perekonomian dari waktu ke waktu atau untuk membandingkan beberapa perekonomian pada suatu saat.

Gross domestic product hanya mencakup barang dan jasa akhir, yaitu barang dan jasa yang dijual kepada pengguna yang terakhir. Untuk barang dan jasa yang dibeli untuk diproses lagi dan dijual lagi (Barang dan jasa intermediate) tidak dimasukkan dalam GDP untuk menghindari masalah double counting atau penghitungan ganda, yaitu menghitung suatu produk lebih dari satu kali.

Contohnya, grosir membeli sekaleng tuna seharga Rp 6.000,- dan menjualnya seharga Rp 9.000,-. Jika GDP menghitung kedua transaksi tersebut , Rp 6.000,- dan Rp 9.000,-, maka sekaleng tuna itu dihitung senilai Rp 15.000,- (lebih besar daripada nilai akhirnya). Jadi, GDP hanya menghitung nilai akhir dari suatu produk yaitu sebesar Rp 9.000,-. Untuk barang yang diperjual-belikan berulang kali (second-hand) tidak dihitung dalam GDP karena barang tersebut telah dihitung pada saat diproduksi. (2000:146-147).

Tipe-tipe GDP
Ada dua tipe GDP, yaitu :
1)  GDP dengan harga berlaku atau GDP nominal, yaitu nilai barang dan jasa yang dihasilkan     suatu negara dalam suatu tahun dinilai menurut harga yang berlaku pada tahun tersebut.

2) GDP dengan harga tetap atau GDP riil, yaitu nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam suatu tahun dinilai menurut harga yang berlaku pada suatu tahun tertentu yang seterusnya digunakan untuk menilai barang dan jasa yang dihasilkan pada tahun-tahun lain Angka-angka GDP merupakan hasil perkalian jumlah produksi (Q) dan
harga (P), kalau harga-harga naik dari tahun ke tahun karena inflasi, maka besarnya GDP akan naik pula, tetapi belum tentu kenaikan tersebut menunjukkan jumlah produksi (GDP riil). Mungkin kenaikan GDP hanya disebabkan oleh kenaikan harga saja, sedangkan volume produksi tetap atau merosot.

Perhitungan GDP

Menurut McEachern (2000:147) ada dua macam pendekatan yang digunakan dalam perhitungan GDP, yaitu:
1. Pendekatan pengeluaran, menjumlahkan seluruh pengeluaran agregat pada seluruh barang dan jasa akhir yang diproduksi selama satu tahun.
2. Pendekatan pendapatan, menjumlahkan seluruh pendapatan agregat yang diterima selama satu tahun oleh mereka yang memproduksi output tersebut.

GDP berdasarkan Pendekatan Pengeluaran.

Menurut McEachern (2000:149) untuk memahami pendekatan pengeluaran pada GDP, kita membagi pengeluaran agregat menjadi empat komponen, konsumsi, investasi, pembelian pemerintah, dan ekspor netto. Kita akan membahasnya satu per satu.
1. Konsumsi, atau secara lebih spesifik pengeluaran konsumsi perorangan, adalah pembelian barang dan jasa akhir oleh rumah tangga selama satu tahun. Contohnya : dry cleaning, potong rambut, perjalanan udara, dsb.

2. Investasi, atau secara lebih spesifik investasi domestik swasta bruto, adalah belanja pada barang kapital baru dan tambahan untuk persediaan.
Contohnya : bangunan dan mesin baru yang dibeli perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.

3. Pembelian pemerintah, atau secara lebih spesifik konsumsi dan investasi bruto pemerintah, mencakup semua belanja semua tingkat pemerintahan pada barang dan jasa, dari pembersihan jalan sampai pembersihan ruang pengadilan, dari buku perpustakaan sampai upah petugas perpustakaan. Di dalam pembelian pemerintah ini tidak mencakup keamanan sosial, bantuan kesejahteraan, dan asuransi pengangguran. Karena pembayaran tersebut mencerminkan bantuan pemerintah kepada penerimanya dan tidak mencerminkan pembelian pemerintah.

4. Ekspor netto, sama dengan nilai ekspor barang dan jasa suatu negara dikurangi dengan impor barang dan jasa negara tersebut. Ekspor netto tidak hanya meliputi nilai perdagangan barang tetapi juga jasa.

Dalam pendekatan pengeluaran, pengeluaran agregat negara sama dengan penjumlahan konsumsi, C, investasi, I, pembelian pemerintah, G, dan ekspor netto, yaitu nilai ekspor, X, dikurangi dengan nilai impor, M, atau (X-M).
Penjumlahan komponen tersebut menghasilkan pengeluaran agregat, atau GDP:
C + I + G + (X-M) = Pengeluaran agregat = GDP

GDP berdasarkan Pendekatan Pendapatan.

Menurut McEachern (2000:151) pendapatan agregat sama dengan penjumlahan semua pendaptan yang diterima pemilik sumber daya dalam perekonomian (karena sumber dayanya digunakan dalam proses produksi). Sistem pembukuan double-entry dapat memastikan bahwa nilai output agregat sama dengan pendapatan agregat yang dibayarkan untuk sumber daya yang digunakan dalam produksi output tersebut: yaitu upah, bunga, sewa, dan laba dari produksi.
Jadi kita dapat mengatakan bahwa:

Pengeluaran agregat = GDP = Pendapatan agregat

Suatu produk jadi biasanya diproses oleh beberapa perusahaan dalam perjalanannya menuju konsumen. Meja kayu, misalnya, mulanya sebagai kayu mentah, kemudian dipotong oleh perusahaan pertama, dipotong sesuai kebutuhan mebel oleh perusahaan kedua, dibuat meja oleh perusahaan ketiga, dan dijual oleh perusahaan keempat. Double counting dihindari dengan cara hanya memperhitungkan nilai pasar dari meja pada saat dijual kepada pengguna akhir atau dengan cara menghitung nilai tambah pada setiap tahap produksi. Nilai tambah dari setiap perusahaan sama dengan harga jual barang perusahaan tersebut dikurangi dengan jumlah yang dibayarkan atas input perusahaan lain.

Nilai tambah dari tiap tahap mencerminkan pendapatan atas pemilik sumber daya pada tahap yang bersangkutan. Penjumlahan nilai tambah pada semua tahap produksi sama dengan nilai pasar barang akhir, dan penjumlahan nilai tambah seluruh barang dan jasa akhir adalah sama dengan GDP berdasarkan pendekatan pendapatan.

Gross national product (GNP )
GNP adalah menghitung pendapatan nasional dari jumlah seluruh produksi yang dihasilkan oleh masyarakat indonesia,baik itu di dalam maupun diluar negeri.GNP dapat dihitung bedasarkan konsep kewarganegaraan.
GNP = GDP + Net Factors Income From Abroad
Net Factors Income From Abroad adalah Selisih dari pendapatan masyarakat domestik dari factor produksi yang dimiliki di luar negri dengan pendapatan warga negara asing dari faktor produksi yang dimilikinya didalam negri suatu negara.

BAB III
Kesimpulan
Pertumbuhan ekonomi meliputi beberapa faktor karena pemenuhan konsumsi dan kesempatan kerja itu sendiri hanya bisa dicapai dengan peningkatan output agregat atau Pdb yang terus menerus.Dala pemahaman ekonomi makro ,pertumbuhan ekoomi adalh penambahan PDB yang berati peningkatan PN.
.Pendapatan Nasional dapat merujuk ke Produk GDP,atau merujuk ke produk nasional bruto (PNB),atau ke produk nasional neto (PNN). GDP artinya mengukur nilai pasar dari barang dan jasa akhir yang diproduksi oleh sumber daya yang berada dalam suatu negara selama jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun. GDP juga dapat digunakan untuk mempelajari perekonomian dari waktu ke waktu atau untuk membandingkan beberapa perekonomian pada suatu saat.sedang kan GNP adalah menghitung pendapatan nasional dari jumlah seluruh produksi yang dihasilkan oleh masyarakat indonesia,baik itu di dalam maupun diluar negeri.GNP dapat dihitung bedasarkan konsep kewarganegaraan.

 
Daftar Pustaka

Tambunan , Tulus T.H. 2009.”Perekonomian Indonesia” Ghalia
http://wikipedia.org

Kamis, 17 Februari 2011

Sistem Perekonomian indonesia


BAB I
Pendahuluan
Di Indonesia,pemerintahan mempunyai peran penting sebagai wasit dalam perekonomian Indonesia.agar pemerintahan bertumbuh dengan baik perlu pemerintah yang bersih dan efektif serta pemerintahan yang sehat dan memiliki birokrasi yang efisien dan dapat mengawasi aliran modal yang masuk yang masuk kedalam negri sehingga terhindar dari praktek monopoli.salah satu penyebab dari kompetisi ekonomi yang tidak sehat adalah pemerintah yang tidak sehat.
Berikut kita bahas lebih lanjut mengenai sistem ekonomi Indonesia.

BAB II
SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
PENGERTIAN SISTEM EKONOMI
 Banyak pendapat yang meberikan pendapat yang memverikan pengertian mengenai apa sebenarnya yang dimaksud sistem ekonomi.
Menurut Dumairy (1996) yaitu suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan.sistem ekonomi terdiri atas unsur-unsur manusia sebagai subjek,barang-barang ekonomi sebagai objek serta seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi.
Menurut Sheridan (1998) yaitu economi system refers to the way people perform economic activities in their search for personal happiness.Dalam kata lain ekonomi adalah cara manusia melakukan kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan kepuasan pribadinya.
Menurut Sanusi (2000) meguraikan pendapat-pendapat dari sejumlah orang yaitu sistem ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri asa sejumlah lembaga atau pranata yang saling memengaruhi satu dengan yang lain yang ditujukan untuk ke arah pemecahan problem perekonomian.
Sanusi menyebutkan ada 7 elemen penting dari sistem ekonomi:
1.Lembaga-lembaga/pranata-pranata ekonomi
2.Sumber daya ekonomi
3.Faktor-faktor produksi
4.lingkungan ekonomi
5.Organisasi dan manajemen
6.Motivasi dan perilaku pengambilan keputusan atau pemain dalam sistem itu.
7.Proses pengambilan keputusan
 SISTEM-SISTEM EKONOMI
Secara umum ada 3 macam sistem ekonomi yang dikenal didunia ini yaitu;
1.Sistem ekonomi liberal/kapitalis, menurut Sanusi adalah suatu sistem ekonomi di mana kekeyaan yang diproduktif terutama dimiliki secara pribadi dan produksi terutama dilakukan untuk dijual,adapun tujuannya untuk memperoleh suatu keuntungan/laba yang cukup besar dari hasil menggunakan kekayaan yang produktif.
2.Sistem ekonomi sosialis, menurut Dumairy (1996) yaitu pasar justru harus dikendalikan melalui perencanaan pusat.satu hal yang penting adalah bahwa sistem ini bukanlah sistem ekonomi yang tidak memandang penting peranan kapital.sistem ekonomi ini dianut oleh Uni Soviet dan negara-negar komunis di Eropa Timur,dan masih diterapkan di Korea Utara.
3.Sitem ekonomi campuran, adalah sistem yang mengandung beberapa elemen dari sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis.menurut sanusi sistem ekonomi campuran di mana kekuasaan serta kebebasan berjalan secara bersamaan walau dalam kadar yang berbeda-beda.
SEJARAH SISTEM EKONOMI INDONESIA
Sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia menurut Dumairy menegaskan sebagai berikut ditinjau berdasarkan sistem pemilikan sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi tak ada alasan untuk menyatakan bahwa sistem ekonomi kita kapitalis atau sosialis.jadi secara konstitusial sistem ekonomi Indonesia bukan kapitalis dan bukan pula sosialisme.
Menurut Sanusi sistem ekonomi Indonesia yang termasuk sistem ekonomi campuran itu disesuaikan terutama dengan UUD 1945 sebelum diamendemen tahun 2000 yakni sistem ekonomi pancasila dan ekonomi dengan menitik beratkan pada koperasi terutama pada masa ordelama sebelum tahun 1996 dan hingga kinni masih berkembang dalam masa pemerintahaan Indonesia baru (1999) setelah berjalannya masa reformasi muncul pula istilah ekonomi kerakyatan.tetapi inipun belum banyak dikenal karena hingga kini masih banyak dikenal masyarakat adalah sistem ekonomi campuranyakni sistem ekonomi pancasila si samping ekonomi menitik beratkan kepada peran koperasi dalam perekonomian Indonesia.
Ada tiga asas penting yang mendasari Pancasila dan UUD 1945 (sebelum amandemen 2000) yang membentuk sistem ekonomi Indonesia yakni keanusiaan,persaudaraan dan gotong royong.
Ketentuan-ketentuan dasar konstitusional berdasarkan pancasila dan UUD 1945 (sebelum diamandemen antara lain tercantum dalam pasal 27,33,34. Pasal 33 dianggap sebagai pasal terpenting yang mengatur langsung sistem ekonomi Indonesia yakni prinsip deokrasi ekonomi secara rinci,Pasal 33 menetapkan tiga hal,yaitu sebagai berikut:
1.Perekonomian disusun sebagai usah bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
2.Cabang-cabang produksi yang para dan penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara
3.Bumi dan air dan kekeayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat.
Sedangkan pasal 27 ayat 2 menetapkan bahwa setiap warga negara WNI berhak atas perkejaan serta penghidupan yang layak da pasal 34 menetapkan bahwa kaum masyarakat miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara negara
1.Sistem Ekonomi Pada Masa Penjajahan Belanda
Menurut Sistem ekonomi yang pernah diterapkan selama penjajahan belanda sejarah ekonomi kolonial Hindia Belanda dapat dibagi dala tiga episode: sistem merkantilisme ala VOC sekitar tahun 1600-1800 ,sistem monopoli negara ala sistem tanam paksa pada tahun 1830-1870 dan sistem ekonomi kapitalis liberal sejak 1870 hingga 1945.
Sistem ekonomi ini kolonial ini di satu sisi meninggalkan kemelaratan bagi rakyat Indonesia,namun disisi lain melahirkan budaya cocok tanam.sebenarnya pemerintah Hindia Belanda telah enjadikan Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Asia pada masa itu, Indonesia merupakan pengekspor terbesar sejumlah komoditas premier khususnya gula,kopi,tembakau,teh,kina,karetdan minyak kelapa sawit.
Namun seperti yang telah dikatakan sebelumnya perkembangan ekonomi yaang pesat itu tidak memberi peningkatan kesejahteraan bagi rakyat.Menurut dataa statistik 1930 penerimaan Hindia Belanda yang sekitar 670 juta gulden sat itu 59,1 juta penduduk pribumi hanya kecipratan 3,6 juta gulden (0,54%),sedangkan penduduk keturunan Tionghoa jumlahnya sekitar 1,3 juta orang dapat 0,4 juta gulden.sisanya 665 juta gulden (99,4%) dinikmati oleh warga Belanda yang Cuma berjumlah 241.000 jiwa.
2.Sistem Ekonomi Pada Masa Orde Lama
Pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.namun demikian tidak berarti dalam praktiknya Indonesia sudah bebas dari Belanda dan bisa memberi perhatian sepenuhnya pada pengembangunan ekonomi.Soekarno sebagai Bapak Proklamator Kemerdekaan Indonesia sangat memebeci dasar-dasar pemikiran barat,termasuk sistem ekonomi liberal/ kapitalisme.Menurut Soekarno, untuk mengusir atau mengimbangai kekuatan ekonomi barat berlandaskan kapitalisme –liberalisme, Indonesia harus menerapkan pemikiran dari Marhaenisme,yaitu Marxisme.
Namun dalam praktiknya Soekarno menerpakn sistem ekonomi komando seperti yangditerapka khususnya dinegara-negara beraliran kounis,seperti Uni Soviet, negara-negara Eropa Timur dan Cina.dengan sistem ini semua rencana dan keputusan yang menyangkut pembangunan ekonomi termasuk pemilihan industri yang akan dibangun,ditentukan sepenuhnya oleh pemerintah pusat.
Selama periode orde lama (1945-1966) perekonomian Indonesia tidak berjalan mulus bahkan sangat buruk karena hingga menjelang akhir 1940-an,Indonesia masih menghadapi dua peperangan besar dengan belanda, yakni pada Polisi I dan II. Akhirnya pemerintahaan Belanda mengakui secara resmi kemerdekaan Indonesia selama dekade 1950-an hingga pertengahan tahun 1965 Indonesia dilanda gejolak politik di dalam negeri akibatnya, selama pemerintahan orde lama keadaan perekonomian indonesia sangat buruk.walapun sempat mengalami pertumbuhan dengan laju rata-rata per tahun hampir 7% selama dekade 1950-an, dan setelah itu turun drastis hanya 1,9% atau bahkan nyaris mengalami stagflasi selama tahun 1965-66.
Pada tahun 1957, Soekarno mencanangkan “Ekonomi Terpimpin” yang lebih memperkuat lagi sistem ekonomi komando dan selama tahun 1957-1958 terjadi nasionalis perusahaan-perusahaan belanda.dengan pencanangan ekonomi terpimpin,sistem politik dan ekonomi indonesia semakin dekat dengan haluan/pemikiran sosialis /komunis.
Pada tahun 1963 , Soekarno menyampaikan konsep ekonomi yang dikenal Deklarasi Ekonomi berisi tekat untuk mengunakan sistem ekonomi pasar sebagai koreksi terhadap praktik-praktik ekonomi komando.namun tekat ini tidak dapat terlaksanan karena karena tidak mendapat dukungan dari partai-partai politik pada saat itu, dan pada akhirnya Deklarasi Ekonomi dilupakan hingga berakhirnya orde lama,sistem ekonomi Indonesia yang berlaku tetap sistem komando.
3.Sistem Ekonomi pada Masa Orde Baru
Pada masa orde baru yang lahir tahun 1966,sistem ekonomi berubah total.dalam era Soeharto ini paradigma pembangunan ekonomi mengarah pada penerapan sistem ekonomi pasar bebas (demokrasi ekonomi), dan politik ekonomi diarahkan pada upaya-upaya dan cara-cara menggerakan kembali roda ekonomi.
Pada awal era Soeharto ini,Pemerintah mengambil beberapa langkah drastis yang bersifat strategis yang menandakab sedang berlangsungnya suatu perubahan yang cepat dalam sistem ekonomi Indonesia dari sistem ekonomi komando ke sistem ekonoi pasar,diantaranya adalah dikeluarkannya sejumlah paket kebijakan liberalisasi dalam perdagangan investasi. Selain itu, pada masa yang sama, perusahaan-perusahaan yang dinasionalisasikan pada masa orde lama dikembalikan ke pemiliknya.
Menjelang akhir dekade 1960-an, atas kerja sama dengan Bank dunia, IMF, dan ADB dibentuk suatu kelompok konsorsium yang disebut inter-government group on Indonesia (IGGI),yang terdiri asal sejumlah negara maju.
Pembangunan ekonomi diatur melalui serangkaian Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) yang dimulai dengan Repelita I (1969-1974), dengan penekanan utama pada pembangunan sektor pertanian dan industri-industri yang terkait seperti agroindustri.
Hasil dari usaha-usaha pemerintah orde baru untuk menghidupkan kembali roda perekonomian nasional dengan sistem ekonomi pasar dan didukung oleh kebijakan ekonomi di segala sektor dengan tujuan dan target yang telah ditetapkan di dalam Replita cukup mengagumkan, terutama dilihat pada tingkat makro.
4. Sistem Pemerintahan pada masa Transisi
 Pada tanggal 14 dan 15 Mei 1997 nilai tukar Baht Thailand terhadap dolar AS mengalami suatu goncangan hebat akibat para investor asing mengambil keputusan “jual”. Yang terjadi di Thailand akhirnya merembet ke Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya,awal dari krisis keuangan asia.
Menjelang akhir bulan Mei 1998 DPR untuk pertama kalinya diduduki oleh mahasiswa. Puncak dari keberhasilan gerakan mahasiswa tersebut di satu pihak dan dari krisis politik di pihak lain, adalah pada tanggal 21 Mei 1998, yakni Presiden Soeharto mengundurkan diri dan diganti oleh Dr. Habibie.Tanggal 23 Mei 1998 terbentuk kabinet baru,awal dari terbentuknya pemerintahan transisi.
Pada awalnya pemerintahan yang dipimpin oleh Habibie disebut pemerintahan reformasi.akan tetapi setelah setahun berlalu masyarakat mulai melihat bahwa sebenarnya pemerintahan baru ini tidak berbeda dengan pemerintahan sebelumnya,dan tidak ada perubahan-perubahan yang nyatra.akhirnya, banyak kalangan masyarakat lebih suka menyebutnya pemerintahan transisi dari pada pemerintahan reformasi.
5.Sistem Pemerintahan Reformasi Hingga Kabinet SBY
Sistem ekonomi Indonesia cenderung semangkin kapitalis atau sistem ekonomi pasar semangkin luas diterapkan sejak era reformasi pada tahun 1998 hingga sekarang pada masa pemerintahan SBY. Ada dua dorongan utama yang membuat hal ini terjadi, pertama karena desakan IMF sebagai konsekuensi dari bantuan keuanagan dari lembaga moneter dunia yang diterima oleh pemerintah Indonesia untuk membiayai proses pemulihan akibat krisis ekonomi 1997/98.
Langkah-langkah yang paling penting dan yang pada umumnya paling berat untuk dilakukan karena sering menimbulkan dampak negatif jangka pendek terhadap ekonomi dan gejolak sosial di negara peminjam adalah:
1.Menghilangkan segala bentuk proteksi, termasuk hambatan-hambatan nontarif, untuk meningkatkan perdagangan luar negeri dan arus investasi asing.
2.Menghapuskan segala macam subsidi dan menaikkan penerimaan pajak untuk penguatan fiskal.
3.Menerapkan kebijakan moneter yang sifatnya kontraktif untuk menjaga stabilitas harga dan niai tukar uang nasional.
4.Memprivatisasikan perusahaan-perusahaan milik negara (BUMN) untuk meningkatkan efisiensi ekonomi dan sekaligus menguramgi beban keuangan pemerintahan.
5.Meningkatkan ekspor untuk meningkatkan cadangan devisa.
6.Meningkatkan efisiensi birokrasi dan menyederhanakan segala macam peraturan yang ada atau menghapuskan berbagai peraturan yang terbukti selama itu menimbulkan distorsi pasar untuk menghilangkan ekonomi biaya tinggi.
7.Mereformasikan sektor keuangan untuk meningkatkan efesiensi di sektor tersebut.

BAB III
KESIMPULAN
Sistem ekonomi yang pernah diterapkan selama penjajahan belanda sejarah ekonomi kolonial Hindia Belanda dapat dibagi dala tiga episode: sistem merkantilisme ala VOC sekitar tahun 1600-1800 ,sistem monopoli negara ala sistem tanam paksa pada tahun 1830-1870 dan sistem ekonomi kapitalis liberal sejak 1870 hingga 1945.namun perkembangan ekonomi yaang pesat itu tidak memberi peningkatan kesejahteraan bagi rakyat.
Pada masa orde lama menerapkan sistem ekonomi komando dengan sistem ini semua rencana dan keputusan yang menyangkut pembangunan ekonomi termasuk pemilihan industri yang akan dibangun,ditentukan sepenuhnya oleh pemerintah pusat.
Pada masa orde baru hingga sekarang menerapkan sistem ekonomi pasar bebas Hasil dari usaha-usaha pemerintah orde baru untuk menghidupkan kembali roda perekonomian nasional dengan sistem ekonomi pasar dan didukung oleh kebijakan ekonomi di segala sektor dengan tujuan dan target yang telah ditetapkan di dalam Replita cukup mengagumkan, terutama dilihat pada tingkat makro.

Sumber: http://google.org
             Tulus tambunan,Ghalia 2009

Minggu, 19 Desember 2010

Akuntansi

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis". Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.

Perkembangan Akuntansi dari Sistem Pembukuan Berpasangan Pada awalnya, pencatatan transaksi perdagangan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dicatat pada batu, kulit kayu, dan sebagainya. Catatan tertua yang berhasil ditemukan sampai saat ini masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 sebelum masehi. Penemuan yang sama juga diperoleh di Mesir dan Yonani kuno. Pencatatan itu belum dilakukan secara sistematis dan sering tidak lengkap. Pencatatan yang lebih lengkap dikembangkan di Italia setelah dikenal angka- angka desimal arab dan semakin berkembangnya dunia usaha pada waktu itu. Perkembangan akuntansi terjadi bersamaan dengan ditemukannya sistem pembukuan berpasangan (double entry system) oleh pedagang- pedagang Venesia yang merupakan kota dagang yang terkenal di Italia pada masa itu. Dengan dikenalnya sistem pembukuan berpasangan tersebut, pada tahun 1494 telah diterbitkan sebuah buku tentang pelajaran penbukuan berpasangan yang ditulis oleh seorang pemuka agama dan ahli matematika bernama Luca Paciolo dengan judul Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita yang berisi tentang palajaran ilmu pasti. Namun, di dalam buku itu terdapat beberapa bagian yang berisi palajaran pembukuan untuk para pengusaha. Bagian yang berisi pelajaranpe mbukuan itu berjudul Tractatus de Computis et Scriptorio. Buku tersebut kemudian tersebar di Eropa Barat dan selanjutnya dikembangkan oleh para pengarang berikutnya. Sistem pembukuan berpasangan tersebut selanjutnya berkembang dengan sistemyang menyebut asal negaranya, misalnya sistem Belanda, sistem Inggris, dan sistem Amerika Serikat. Sistem Belanda atau tata buku disebut juga sistem Kontinental. Sistem Inggris dan Amerika Serikat disebut Sistem Anglo- Saxon2. Perkembangan Akuntansi dari Sistem Kontinental ke Anglo- Saxon Pada abad pertengahan, pusat perdagangan pindah dari Venesia ke Eropa Barat. Eropa Barat, terutama Inggris menjadi pusat perdagangan pada masa revolusi industri. Pada waktu itu pula akuntansi mulai berkembang dengan pesat. Pada akhir abad ke-19, sistem pembukuan berpasangan berkembang di Amerika Serikat yang disebut accounting (akuntansi). Sejalan dengan perkembangan teknologi di negara itu, sekitar pertengahan abad ke-20 telah dipergunakan komputer untuk pengolahan data akuntansi sehingga praktik pembukuan berpasangan dapat diselesaikan dengan lebih baik dan efisien. Pada Zaman penjajahan Belanda, perusahaan- perusahaan di Indonesia menggunakan tata buku. Akuntansi tidak sama dengan tata buku walaupun asalnya sama-sama dari pembukuan berpasangan. Akuntansi sangat luas ruang lingkupnya, diantaranya teknik pembukuan. Setelah tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo- Saxon) mulai diperkenalkan di Indonesia. Jadi, sistem pembukuan yang dipakai di Indonesia berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem Amerika (Anglo- Saxon).

Jenis-jenis Akuntansi
Akuntansi biaya adalah proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang. Penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai
Ada tiga pendekatan yang biasa dilakukan untuk akuntansi biaya: biaya standar (standard costing), biaya berdasarkan kegiatan (activity-based costing), dan biaya berdasarkan hasil (throughput accounting).

Akural basis dan kas basis
Pencatatan dalam akuntansi pada umumnya berdasarkan dua sistem yaitu basis kas dan basis akrual.ASIS KAS (Cash Basis) Pencatatan basis kas adalah teknik pencatatan ketika transaksi terjadi dimana uang benar-benar diterima atau dikeluarkan.BASIS AKRUAL (Accrual Basis) Teknik basis akrual memiliki fitur pencatatan dimana transaksi sudah dapat dicatat karena transaksi tersebut memiliki implikasi uang masuk atau keluar di masa depan. Transaksi dicatat pada saat terjadinya walaupun uang belum benar – benar diterima atau dikeluarkan. 

Akuntansi keuangan adalah bagian dari akuntansi yang berkaitan dengan penyiapan laporan keuangan untuk pihak luar, seperti pemegang saham, kreditor, pemasok, serta pemerintah. Prinsip utama yang dipakai dalam akuntansi keuangan adalah persamaan akuntansi (Aktiva = Kewajiban + Modal). Akuntansi keuangan berhubungan dengan masalah pencatatan transaksi untuk suatu perusahaan atau organisasi dan penyusunan berbagai laporan berkala dari hasil pencatatan tersebut. Laporan ini yang disusun untuk kepentingan umum dan biasanya digunakan pemilik perusahaan untuk menilai prestasi manajer atau dipakai manajer sebagai pertanggungjawaban keuangan terhadap para pemegang saham. Hal penting dari akuntansi keuangan adalah adanya Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan aturan-aturan yang harus digunakan didalam pengukuran dan penyajian laporan keuangan untuk kepentingan eksternal. Dengan demikian, diharapkan pemakai dan penyusun laporan keuangan dapat berkomunikasi melalui laporan keuangan ini, sebab mereka menggunakan acuan yang sama yaitu SAK. SAK ini mulai diterapkan di Indonesia pada 1994, menggantikan Prinsip-prinsi Akuntansi Indonesia tahun 1984.

System akuntansi berkembang sesuai dengan berkembangnya kebutuhan informasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang digunakan. Proses yang lama seperti ilustrasi tersebut adalah teori pembukuan metode tangan dan metode mesin tik warisan zaman belanda. Sekarang digunakan Accounting system dengan bantuan system komputer. Sudah jarang ditemukan mesin tik namun faktanya masih banyak pengolahan akuntansi menggunakan komputer yang hanya sekedar menggantikan mesin tik sehingga manfaat yang diperoleh dari sumber daya computer sangat minim. Kenyataan ini semata-mata permasalahan sumberdaya manusia.
System komputer akuntansi diaplikasikan dari accounting system yang berbasis database system dengan menggunakan teknologi computer. prinsip dasarnya adalah sama dengan akuntansi manual namun karena sumberdayanya bebebeda, maka proses pengolahan data keuangan dengan metode tangan/mesin tik terlihat sangat berbeda dengan proses akuntansi pada system akuntansi komputer. Dalam system akuntansi komputer  banyak proses akuntansi tidak perlu dilakukan karena sebagian besar prosedure akuntansi dapat diambil alih oleh komputer. Dalam system komputer akuntansi diperlukan lagi neraca lajur, karena system komputer akuntansi dapat memproses transaksi dan menyusun laporan keuangan dengan sedikit sekali campur tangan manusia. Namun sampai sekarang masih banyak perusahaan yang gagal, atau belum dapat memperoleh manfaat system akuntansi komputer akibat ketidakmampuan sumberdaya manusia. Masih banyak akuntan terutama menengah kebawah masih ngotot mempertahankan akuntansi metode tangan/mesin tik yang dioperasikan dengan menggunakan komputer
Komputer akuntansi disusun untuk mempermudah pekerjaan akuntansi, namun komputer akuntansi memerlukan prasyarat penguasaan teknologi informasi dan komputer, sehingga yang tidak menguasai teknologi akan mencari berbagai alasan untuk menolak kehadiran sistem akuntansi komputer dengan menunjukan fakta dari kegagalan mereka sendiri.
Tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa komputer akuntansi sulit untuk diterapkan. Karena komputer akuntansi menciptakan system akuntansi yang mudah dan pragmatis. Bagian utama dari akuntansi adalah mencatat transaksi dan itu mudah !… Menyusun laporan keuangan adalah pekerjaan komputer sehingga dengan beberapa click tombol mouse dan input seperlunya, pengguna informasi dapat memperoleh informasi keuangan di media yang praktis yaitu media vusual. Kecepatan dan akurasi merupakan sumbangan yang nayata dari komputer akuntansi.
General Ledger adalah bagian utama dari komputer akuntansi. Anda cukup mencatat transaksi melalui form elektronik, selanjutnya komputer akan mengolah data transaksi tersebut dengan menyusun jurnal transaksi sampai kesasaran akhir yaitu laporan keuangan.

Sumber:Http://google.org
             Http://wikipedia.org

Autisme

Autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif. (Baron-Cohen, 1993). Menurut Power (1989) karakteristik anak dengan autisme adalah adanya 6 gangguan dalam bidang:
  • interaksi sosial,
  • komunikasi (bahasa dan bicara),
  • perilaku-emosi,
  • pola bermain,
  • gangguan sensorik dan motorik
  • perkembangan terlambat atau tidak normal.
Gejala ini mulai tampak sejak lahir atau saat masih kecil; biasanya sebelum anak berusia 3 tahun.
Autisme dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder R-IV merupakan salah satu dari lima jenis gangguan dibawah payung PDD (Pervasive Development Disorder) di luar ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan ADD (Attention Deficit Disorder). Gangguan perkembangan perpasiv (PDD) adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan beberapa kelompok gangguan perkembangan di bawah (umbrella term) PDD, yaitu:
  1. Autistic Disorder (Autism) Muncul sebelum usia 3 tahun dan ditunjukkan adanya hambatan dalam interaksi sosial, komunikasi dan kemampuan bermain secara imaginatif serta adanya perilaku stereotip pada minat dan aktivitas.
  2. Asperger’s Syndrome Hambatan perkembangan interaksi sosial dan adanya minat dan aktivitas yang terbatas, secara umum tidak menunjukkan keterlambatan bahasa dan bicara, serta memiliki tingkat intelegensia rata-rata hingga di atas rata-rata.
  3. Pervasive Developmental Disorder – Not Otherwise Specified (PDD-NOS) Merujuk pada istilah atypical autism, diagnosa PDD-NOS berlaku bila seorang anak tidak menunjukkan keseluruhan kriteria pada diagnosa tertentu (Autisme, Asperger atau Rett Syndrome).
  4. Rett’s Syndrome Lebih sering terjadi pada anak perempuan dan jarang terjadi pada anak laki-laki. Sempat mengalami perkembangan yang normal kemudian terjadi kemunduran/kehilangan kemampuan yang dimilikinya; kehilangan kemampuan fungsional tangan yang digantikan dengan gerakkan-gerakkan tangan yang berulang-ulang pada rentang usia 1 – 4 tahun.
  5. Childhood Disintegrative Disorder (CDD) Menunjukkan perkembangan yang normal selama 2 tahun pertama usia perkembangan kemudian tiba-tiba kehilangan kemampuan-kemampuan yang telah dicapai sebelumnya.
Diagnosa Pervasive Develompmental Disorder Not Otherwise Specified (PDD – NOS) umumnya digunakan atau dipakai di Amerika Serikat untuk menjelaskan adanya beberapa karakteristik autisme pada seseorang (Howlin, 1998: 79). National Information Center for Children and Youth with Disabilities (NICHCY) di Amerika Serikat menyatakan bahwa Autisme dan PDD – NOS adalah gangguan perkembangan yang cenderung memiliki karakteristik serupa dan gejalanya muncul sebelum usia 3 tahun. Keduanya merupakan gangguan yang bersifat neurologis yang mempengaruhi kemampuan berkomunikasi, pemahaman bahasa, bermain dan kemampuan berhubungan dengan orang lain. Ketidakmampuan beradaptasi pada perubahan dan adanya respon-respon yang tidak wajar terhadap pengalaman sensoris seringkali juga dihubungkan pada gejala autisme.

Gejala autisme dapat sangat ringan (mild), sedang (moderate) hingga parah (severe), sehingga masyarakat mungkin tidak menyadari seluruh keberadaannya. Parah atau ringannya gangguan autisme sering kemudian di-paralel-kan dengan keberfungsian. Dikatakan oleh para ahli bahwa anak-anak dengan autisme dengan tingkat intelegensi dan kognitif yang rendah, tidak berbicara (nonverbal), memiliki perilaku menyakiti diri sendiri, serta menunjukkan sangat terbatasnya minat dan rutinitas yang dilakukan maka mereka diklasifikasikan sebagai low functioning autism. Sementara mereka yang menunjukkan fungsi kognitif dan intelegensi yang tinggi, mampu menggunakan bahasa dan bicaranya secara efektif serta menunjukkan kemampuan mengikuti rutinitas yang umum diklasifikasikan sebagai high functioning autism. Dua dikotomi dari karakteristik gangguan sesungguhnya akan sangat berpengaruh pada implikasi pendidikan maupun model-model treatment yang diberikan pada para penyandang autisme. Kiranya melalui media ini penulis menghimbau kepada para ahli dan paktisi di bidang autisme untuk semakin mengembangkan strategi-strategi dan teknik-teknik pengajaran yang tepat bagi mereka. Apalagi mengingat fakta dari hasil-hasil penelitian terdahulu menyebutkan bahwa 80% anak dengan autisme memiliki intelegensi yang rendah dan tidak berbicara atau nonverbal. Namun sekali lagi, apapun diagnosa maupun label yang diberikan prioritasnya adalah segera diberikannya intervensi yang tepat dan sungguh-sungguh sesuai dengan kebutuhan mereka.
Referensi baku yang digunakan secara universal dalam mengenali jenis-jenis gangguan perkembangan pada anak adalah ICD (International Classification of Diseases) Revisi ke-10 tahun 1993 dan DSM (Diagnostic And Statistical Manual) Revisi IV tahun 1994 yang keduanya sama isinya. Secara khusus dalam kategori Gangguan Perkembangan Perpasiv (Pervasive Developmental Disorder/PDD): Autisme ditunjukkan bila ditemukan 6 atau lebih dari 12 gejala yang mengacu pada 3 bidang utama gangguan, yaitu: Interaksi Sosial – Komunikasi – Perilaku.
Autisme sebagai spektrum gangguan maka gejala-gejalanya dapat menjadi bukti dari berbagai kombinasi gangguan perkembangan. Bila tes-tes secara behavioral maupun komunikasi tidak dapat mendeteksi adanya autisme, maka beberapa instrumen screening yang saat ini telah berkembang dapat digunakan untuk mendiagnosa autisme:
  • Childhood Autism Rating Scale (CARS): skala peringkat autisme masa kanak-kanak yang dibuat oleh Eric Schopler di awal tahun 1970 yang didasarkan pada pengamatan perilaku. Alat menggunakan skala hingga 15; anak dievaluasi berdasarkan hubungannya dengan orang, penggunaan gerakan tubuh, adaptasi terhadap perubahan, kemampuan mendengar dan komunikasi verbal
  • The Checklis for Autism in Toddlers (CHAT): berupa daftar pemeriksaan autisme pada masa balita yang digunakan untuk mendeteksi anak berumur 18 bulan, dikembangkan oleh Simon Baron Cohen di awal tahun 1990-an.
  • The Autism Screening Questionare: adalah daftar pertanyaan yang terdiri dari 40 skala item yang digunakan pada anak dia atas usia 4 tahun untuk mengevaluasi kemampuan komunikasi dan sosial mereka
  • The Screening Test for Autism in Two-Years Old: tes screening autisme bagi anak usia 2 tahun yang dikembangkan oleh Wendy Stone di Vanderbilt didasarkan pada 3 bidang kemampuan anak, yaitu; bermain, imitasi motor dan konsentrasi.
Diagnosa yang akurat dari Autisme maupun gangguan perkembangan lain yang berhubungan membutuhkan observasi yang menyeluruh terhadap: perilaku anak, kemampuan komunikasi dan kemampuan perkembangan lainnya. Akan sangat sulit mendiagnosa karena adanya berbagai macam gangguan yang terlihat. Observasi dan wawancara dengan orang tua juga sangat penting dalam mendiagnosa. Evaluasi tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu memungkinkan adanya standardisasi dalam mendiagnosa. Tim dapat terdiri dari neurolog, psikolog, pediatrik, paedagog, patologis ucapan/kebahasaan, okupasi terapi, pekerja sosial dan lain sebaginya.

Gejala
Anak dengan autisme dapat tampak normal di tahun pertama maupun tahun kedua dalam kehidupannya. Para orang tua seringkali menyadari adanya keterlambatan kemampuan berbahasa dan cara-cara tertentu yang berbeda ketika bermain serta berinteraksi dengan orang lain. Anak-anak tersebut mungkin dapat menjadi sangat sensitif atau bahkan tidak responsif terhadap rangsangan-rangasangan dari kelima panca inderanya (pendengaran, sentuhan, penciuman, rasa dan penglihatan). Perilaku-perilaku repetitif (mengepak-kepakan tangan atau jari, menggoyang-goyangkan badan dan mengulang-ulang kata) juga dapat ditemukan. Perilaku dapat menjadi agresif (baik kepada diri sendiri maupun orang lain) atau malah sangat pasif. Besar kemungkinan, perilaku-perilaku terdahulu yang dianggap normal mungkin menjadi gejala-gejala tambahan. Selain bermain yang berulang-ulang, minat yang terbatas dan hambatan bersosialisasi, beberapa hal lain yang juga selalu melekat pada para penyandang autisme adalah respon-respon yang tidak wajar terhadap informasi sensoris yang mereka terima, misalnya; suara-suara bising, cahaya, permukaan atau tekstur dari suatu bahan tertentu dan pilihan rasa tertentu pada makanan yang menjadi kesukaan mereka.
Beberapa atau keseluruhan karakteristik yang disebutkan berikut ini dapat diamati pada para penyandang autisme beserta spektrumnya baik dengan kondisi yang teringan hingga terberat sekalipun.
  1. Hambatan dalam komunikasi, misal: berbicara dan memahami bahasa.
  2. Kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain atau obyek di sekitarnya serta menghubungkan peristiwa-peristiwa yang terjadi.
  3. Bermain dengan mainan atau benda-benda lain secara tidak wajar.
  4. Sulit menerima perubahan pada rutinitas dan lingkungan yang dikenali.
  5. Gerakkan tubuh yang berulang-ulang atau adanya pola-pola perilaku yang tertentu
Para penyandang Autisme beserta spektrumnya sangat beragam baik dalam kemampuan yang dimiliki, tingkat intelegensi, dan bahkan perilakunya. Beberapa diantaranya ada yang tidak 'berbicara' sedangkan beberapa lainnya mungkin terbatas bahasanya sehingga sering ditemukan mengulang-ulang kata atau kalimat (echolalia). Mereka yang memiliki kemampuan bahasa yang tinggi umumnya menggunakan tema-tema yang terbatas dan sulit memahami konsep-konsep yang abstrak. Dengan demikian, selalu terdapat individualitas yang unik dari individu-individu penyandangnya.
Terlepas dari berbagai karakteristik di atas, terdapat arahan dan pedoman bagi para orang tua dan para praktisi untuk lebih waspasa dan peduli terhadap gejala-gejala yang terlihat. The National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) di Amerika Serikat menyebutkan 5 jenis perilaku yang harus diwaspadai dan perlunya evaluasi lebih lanjut :
  1. Anak tidak bergumam hingga usia 12 bulan
  2. Anak tidak memperlihatkan kemampuan gestural (menunjuk, dada, menggenggam) hingga usia 12 bulan
  3. Anak tidak mengucapkan sepatah kata pun hingga usia 16 bulan
  4. Anak tidak mampu menggunakan dua kalimat secara spontan di usia 24 bulan
  5. Anak kehilangan kemampuan berbahasa dan interaksi sosial pada usia tertentu
Adanya kelima ‘lampu merah’ di atas tidak berarti bahwa anak tersebut menyandang autisme tetapi karena karakteristik gangguan autisme yang sangat beragam maka seorang anak harus mendapatkan evaluasi secara multidisipliner yang dapat meliputi; Neurolog, Psikolog, Pediatric, Terapi Wicara, Paedagog dan profesi lainnya yang memahami persoalan autisme.

Penanganan autisme
Intensitas dari treatment perilaku pada anak dengan autisme merupakan hal penting, namun persoalan-persoalan mendasar yang ditemui di Indonesia menjadi sangat krusial untuk diatasi lebih dahulu. Tanpa mengabaikan faktor-faktor lain, beberapa fakta yang dianggap relevan dengan persoalan penanganan masalah autisme di Indonesia diantaranya adalah:
  1. Kurangnya tenaga terapis yang terlatih di Indonesia. Orang tua selalu menjadi pelopor dalam proses intervensi sehingga pada awalnya pusat-pusat intervensi bagi anak dengan autisme dibangun berdasarkan kepentingan keluarga untuk menjamin kelangsungan pendidikan anak mereka sendiri.
  2. Belum adanya petunjuk treatment yang formal di Indonesia. Tidak cukup dengan hanya mengimplementasikan petunjuk teatment dari luar yang penerapannya tidak selalu sesuai dengan kultur kehidupan anak-anak Indonesia.
  3. Masih banyak kasus-kasus autisme yang tidak di deteksi secara dini sehingga ketika anak menjadi semakin besar maka semakin kompleks pula persoalan intervensi yang dihadapi orang tua. Para ahli yang mampu mendiagnosa autisme, informasi mengenai gangguan dan karakteristik autisme serta lembaga-lembaga formal yang memberikan layanan pendidikan bagi anak dengan autisme belum tersebar secara merata di seluruh wilayah di Indonesia.
  4. Belum terpadunya penyelenggaraan pendidikan bagi anak dengan autisme di sekolah. Dalam Pasal 4 UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah diamanatkan pendidikan yang demokratis dan tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, dukungan ini membuka peluang yang besar bagi para penyandang autisme untuk masuk dalam sekolah-sekolah umum (inklusi) karena hampir 500 sekolah negeri telah diarahkan oleh pemerintah untuk menyelenggarakan inklusi.
  5. Permasalahan akhir yang tidak kalah pentingnya adalah minimnya pengetahuan baik secara klinis maupun praktis yang didukung dengan validitas data secara empirik (Empirically Validated Treatments/EVT) dari penanganan-penanganan masalah autisme di Indonesia. Studi dan penelitian autisme selain membutuhkan dana yang besar juga harus didukung oleh validitas data empirik, namun secara etis tentunya tidak ada orang tua yang menginginkan anak mereka menjadi percobaan dari suatu metodologi tertentu. Kepastian dan jaminan bagi proses pendidikan anak merupakan pertimbangan utama bagi orang tua dalam memilih salah satu jenis treatment bagi anak mereka sehingga bila keraguan ini dapat dijawab melalui otoritas-otoritas ilmiah maka semakin terbuka informasi bagi masyarakat luas mengenai pengetahuan-pengetahuan baik yang bersifat klinis maupun praktis dalam proses penanganan masalah autisme di Indonesia.
Treatment yang komprehensif umumnya meliputi; Terapi Wicara (Speech Therapy), Okupasi Terapi (Occupational Therapy) dan Applied Behavior Analisis (ABA) untuk mengubah serta memodifikasi perilaku. Berikut ini adalah suatu uraian sederhana dari berbagai literatur yang ada dan ringkasan penjelasan yang tidak menyeluruh dari beberapa treatment yang diakui saat ini. Menjadi keharusan bagi orang tua untuk mencari tahu dan mengenali treatment yang dipilihnya langsung kepada orang-orang yang profesional dibidangnya. Sebagian dari teknik ini adalah program menyeluruh, sedang yang lain dirancang menuju target tertentu yang menjadi hambatan atau kesulitan para penyandangnya.
  • Educational Treatment, meliputi tetapi tidak terbatas pada: Applied Behavior Analysis (ABA) yang prinsip-prinsipnya digunakan dalam penelitian Lovaas sehingga sering disamakan dengan Discrete Trial Training atau Intervensi Perilaku Intensif.
  • Pendekatan developmental yang dikaitkan dengan pendidikan yang dikenal sebagai Floortime.
  • TEACCH (Treatment and Education of Autistic and Related Communication – Handicapped Children).
  • Biological Treatment, meliputi tetapi tidak terbatas pada: diet, pemberian vitamin dan pemberian obat-obatan untuk mengurangi perilaku-perilaku tertentu (agresivitas, hiperaktif, melukai diri sendiri, dsb.).
  • Speech – Language Therapy (Terapi Wicara), meliputi tetapi tidak terbatas pada usaha penanganan gangguan asosiasi dan gangguan proses auditory/pendengaran.
  • Komunikasi, peningkatan kemampuan komunikasi, seperti PECS (Picture Exchange Communication System), bahasa isyarat, strategi visual menggunakan gambar dalam berkomunikasi dan pendukung-pendukung komunikasi lainnya.
  • Pelayanan Autisme Intensif, meliputi kerja team dari berbagai disiplin ilmu yang memberikan intervensi baik di rumah, sekolah maupun lngkungan sosial lainnya.
  • Terapi yang bersifat Sensoris, meliputi tetapi tidak terbatas pada Occupational Therapy (OT), Sensory Integration Therapy (SI) dan Auditory Integration Training (AIT).
Dengan adanya berbagai jenis terapi yang dapat dipilih oleh orang tua, maka sangat penting bagi mereka untuk memilih salah satu jenis terapi yang dapat meningkatkan fungsionalitas anak dan mengurangi gangguan serta hambatan autisme. Sangat disayangkan masih minim data ilmiah yang mampu mendukung berbagai jenis terapi yang dapat dipilih orang tua di Indonesia saat ini. Fakta menyebutkan bahwa sangat sulit membuat suatu penelitian mengenai autisme. Sangat banyak variabel-variabel yang dimiliki anak, dari tingkat keparahan gangguannya hingga lingkungan sekitarnya dan belum lagi etika yang ada didalamnya untuk membuat suatu penelitian itu sungguh-sungguh terkontrol. Sangat tidak mungkin mengontrol semua variabel yang ada sehingga data yang dihasilkan dari penelitian-penelitian sebelumnya mungkin secara statistik tidak akurat.
Tidak ada satupun jenis terapi yang berhasil bagi semua anak. Terapi harus disesuaikan dengan kebutuhan anak, berdasarkan pada potensinya, kekurangannya dan tentu saja sesuai dengan minat anak sendiri. Terapi harus dilakukan secara multidisiplin ilmu, misalnya menggunakan; okupasi terapi, terapi wicara dan terapi perilaku sebagai basisnya. Tenaga ahli yang menangani anak harus mampu mengarahkan pilihan-pilihan anda terhadap berbagai jenis terapi yang ada saat ini. Tidak ada jaminan apakah terapi yang dipilih oleh orang tua maupun keluarga sungguh-sungguh akan berjalan efektif. Namun demikian, tentukan salah satu jenis terapi dan laksanakan secara konsisten, bila tidak terlihat perubahan atau kemajuan yang nyata selama 3 bulan dapat melakukan perubahan terapi. Bimbingan dan arahan yang diberikan harus dilaksanakan oleh orang tua secara konsisten. Bila terlihat kemajuan yang signifikan selama 3 bulan maka bentuk intervensi lainnya dapat ditambahkan. Tetap bersikap obyektif dan tanyakan kepada para ahli bila terjadi perubahan-perubahan perilaku lainnya.

Sumber: Http://Wikipedia.org